Mengenai Saya

Translate Lewat mBah Google

::[WELCOME TO THE SANCTUARY]:: Here u can read my mind because here, i write what i thinking. Enjoy It...!!!

Daftar isi Blog

Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Back-On

Back-On

Bakuon


Nhanh! Entry kali ini mungkin Entry band paling singkat yang pernah di tulis di blog gwe, tapi biar dikit ini band kesukaan gwe loch!

Back-oN! whuz.z.z.z

band yang menurut gwe paling keren and paling komplit (^_^) hahahaha

WARNING! Tulisan Dibawah Ini Wajib Di Baca !

Back On adalah grup rock asal Jepang yang terdiri dari lima anggota. Band ini mengkombinasikan rock, rap dan nuansa disko yang telah menggemparkan industri musik di Jepang pada tahun 2002. Nama band ini berasal dari huruf kanji 爆音, bakuon  yang berarti ledakan suara. Band ini telah memperoleh sukses yang amat besar di Jepang. Salah satu lagu Back-on, Chain, dipilih menjadi soundtrack anime Air Gear. Lagu pembuka Murderer Princess, Hikari Sasuhou (versi metal), dan lagu Eyeshield 21, Blaze Line, dll. Mereka juga menulis lagu penutup untuk acara anime dan TV. Ini termasuk lagu Flower dan A day dreaming ... untuk Eyeshield 21, dan Butterfly untuk drama televisi larut malam, Swan Shinjuku, dan lagu Sands of Time untuk drama robot mobile TV, Keitai Sousakan 7. Single band ini, Flyaway dan Where Is The Future? dibuat sebagai musik tema untuk permainan PSP Tales of the World: Radiant Mythology 2, yang dirilis secara eksklusif di Jepang pada tanggal 28 Januari 2009.

Singel terbaru yang dirilis adalah One step!/Tomorrow Never Knows dan akan di relese pada tanggal 27 Januari 2010.

"Tomorrow Never Knows" telah digunakan sebagai musik latar komersial kopi DyDo, menampilkan Teppei Tajima, peselancar Jepang.

Sejarah band

Kenji03 dan Gori sudah bersahabat sejak mereka kecil. Mereka tinggal di daerah Adachi, dimana daerah itu merupakan daerah kriminal dan padat penduduk. Pada saat mereka kelas 6, seorang teman mereka yang pandai memainkan gitar memengaruhi mereka untuk membentuk band. Tapi, Kenji03 dan Gori membentuk band secara terpisah. Saat mereka di sekolah menengah, Kenji03 bertemu Teeda sedangkan Gori bertemu Shu. Mula-mulanya mereka masih berpisah, tapi, mereka bergabung kemudian.

Back-on muncul pertama kali di panggung internasional pada saat festival Anime Matsuri bulan April 2007 di Houston, Texas. Dan baru-baru ini mereka diundang kembali untuk Anime Matsuri 2010. Sejak saat itu mereka juga muncul di Vancouver, Kanada untuk Anime Evolution pada bulan Agustus 2007, dan Anime Amerika Serikat di Arlington, Virginia pada bulan November 2007. Mereka juga Guest Judge untuk Anime Idol 2007 di Anime Evolution.

Back-On di Connichi 2009 di Kassel, Jerman awal tahun 2009, dan terakhir mengunjungi Taiwan untuk 2 pertunjukan live pada tanggal 26 & 27 2009.

Back-On
Asal Bendera Jepang Adachi, Tokyo, Jepang
Tahun aktif 2002 - sekarang
Aliran Post-grunge
Metal alternatif
Rock alternatif
Rap-metal
Rap-rock
Label cutting edge
Avex Trax
Personil Kenji03
Teeda
Shu
Gori
Icchan
Mantan personil Macchin


Berikut adalah Website yang bisa readers kunjungi buat yang ngefans amam Back-oN kaya gwe

http://www.back-on.com/index.html

http://www.myspace.com/backonjapan

Nih juga ada link download nya

http://jepangsong.blogspot.com/2011/02/back-on-with-you-feat-me.html

http://jepangsong.blogspot.com/2011/02/back-on-hello-world.html



Source :
Brain Powered Type-D v7.0

Rabu, 06 April 2011

The Gazette

The Gazette
harafiah : Lembaran


Profile :
Dibentuk oleh kelima orang membernya. The GazettE merupakan salah satu dari band-band terkenal di label PS Company, tempat bernaung band-band lainnya. Meski musik rock yang menjadi jiwa dari band ini, mereka tidak takut untuk bereksperimen dengan musik mereka dan musik mereka luas tidak ada batasan dari soft ballad hingga punk rock bahkan beberapa lagunya terdapat unsur hip-hop. The GazettE adalah sebuah band visual, dimana penampilan mereka bervariasi dari single ke single dan album ke album, tetapi musik mereka selalu mencerminkan ‘Gazette’ dan rock.

Biography :
(catatan : Ketika pertama kali dibentuk, awal mulanya The GazettE diketahui hanya sebagai Gazette dan akan diceritakan di biografi ini tentang perubahan nama mereka).

Gazette bermula pada awal tahun 2002, terdiri dari lima angota yang kesemuanya laki-laki, meski masih muda, mereka sudah cukup berpengalaman di dunia musik. Tiga dari personelnya telah bekerjasama di band-band lama (Ma’die Kusse dan Kar+te=zyAnose); dimana vokalisnya adalah Ruki, salah satu gitarisnya Uruha dan bassisnya Reita. Dua mantan member dari Artia melengkapi formasi awal ini; Aoi pada Gitar dan Yune pada drum. Setelah resmi bergabung di label Matina, mereka merilis single pertama, Wakaremichi, dan sebuah video dalam bentuk VHS pada bulan April, melalui berbagai acara dan perilisan omnibus dengan segera mengangkat nama mereka. Band ini pun sukses menggelar oneman pertama pada bulan Oktober di tahun itu. Pada akhir tahun mereka ikut ambil bagian di acara “FINAL PRELUDE 2002~2003 Matina PRESENTS” karena label Matina ini akan bubar.

Pada tahun 2003, Yune menggumumkan akan meninggalkan Gazette. Dia dengan segera digantikan oleh Kai (ex Mareydi†Creia) dan band ini lalu bergabung dengan label PS Company. Mereka ambil bagian di tur pertama bersama dengan rekannya dari band indie Hanamuke, dan merilis mini album pertama Cockyane Soup selanjutnya diikuti dengan perilisan dua mini album lainnya dua bulan sesudahnya. Pada sisa tahun, mereka melanjutkan dengan mengadakan tur Beauti-Fool’s Fest 2003 bersama dengan artis lainnya seperti Merry dan D’espairsRay.

Gazette menggebrak tahun 2004 dengan mengadakan oneman di Shibuya AX (konser ini kemudian dirilis dalam bentuk DVD) dan saat itu juga mereka membuka fan club secara resmi. Mendekati akhir tahun, band ini merilis DVD live kedua dan kemudian mereka memberikan fans mereka apa yang telah dinantikan lebih dari dua tahun, yaitu album perdana mereka Disorder. Di bulan Desember, mereka ikut berpartisipasi di Beauti-Fool’s Fest dan menggelar sebuah tur kecil.

Tahun 2005, Gazette nampaknya mengerahkan seluruh waktu mereka di bis tur atau di panggung karena hampir tiada hentinya mereka menggelar tur ke seluruh negeri. Beberapa item dirilis di antaranya tur dan photobook pertamanya “Verwelktes Gedicht”, yang dijual di bulan September. Akhirnya mereka beristirahat singkat hingga bulan Desember yang dilanjutkan dengan keikutsertaannya pada acara “PEACE & SMILE CARNIVAL TOUR 2005″ dengan memakai nama label dan merilis single Cassis yang menjadi single terakhir yang dirilis dibawah nama Gazette.

Tahun 2006 merupakan tahun yang sangat sibuk untuk Gazette. Mereka mengganti nama dari ‘Gazette’ yang ditulis dalam huruf Jepang, menjadi The GazettE, ditulis dalam bahasa Inggris, band ini menggebrak tahun itu dengan merilis sebuah album baru Nil. Mereka dengan segera melakukan tur besar-besaran, menjangkau seluruh Jepang dengan lebih dari tiga puluh pertunjukkan. Tur finalnya diadakan di Nippon Budokan, salah satu tempat penyelenggaraan terbesar di Jepang, dan habis terjual. Mereka juga mengadakan pertunjukkan Eropa pertamanya di Jerman pada akhir Juli, untuk menyenangkan fans internasional mereka. Kemudian masih di tahun itu, mereka membuka homepage resmi versi bahasa inggris pada bulan Oktober.

Mereka mengakhiri 2006 dan mengisi tahun 2007 dengan jadwal tur dan single-single baru sebelum mengumumkan perilisan album baru STACKED RUBBISH pada musim panas, dan penyelenggaran dua buah tur. Tur pertama akan dimulai pada awal Juni, yang diadakan dari musim panas hingga gugur, dan tur keduanya akan menutup bulan musim dingin. Untuk menyenangkan para fans internasional mereka, The GazettE memutuskan untuk kembali ke Eropa dengan mengadakan sebuah rangkaian tur kecil yang akan diadakan di Jerman, Perancis, Finlandia, dan Inggris pada bulan Oktober.

Discography :

.............tapi ga bisa download ya gan...

Album

-Disorder (Rilis 13-10-2004)
-Nil (8-2-2006)
-Stacked Rubbish (4-7-2007)

Akan Release album baru bulan july 2009

Single

* "Wakaremichi" (別れ道) (April 30, 2002)
* "Kichiku Kyoushi (32sai Dokushin) no Nousatsu Kouza" (鬼畜教師(32才独身)の悩殺講座) (August 30, 2002)
* "Gozen 0-ji no Trauma Radio" (午前0時のとらうまラヂヲ) (November 1, 2003)
* "Zakurogata no Yuuutsu" (July 28, 2004)
* "Zetsu" (July 28, 2004)
* "Miseinen" (July 28, 2004)
* "Reila" (March 9, 2005)
* "Dainippon Itangeishateki..." (November 23, 2005)
* "Cassis" (December 7, 2005)
* "Regret" (October 25, 2006)
* "Filth in the Beauty" (November 1, 2006)
* "Hyena" (February 7, 2007)
* "Guren" (紅蓮) (February 13, 2008)
* "Leech" (November 12, 2008)
* "Distress and Coma" (March 25, 2009)

Kamis, 17 Maret 2011

Asian Kung-Fu Generation

Asian Kung-Fu Generation

Ajian Kan-Fu Jenereishon


PROFIL

Asian Kung-fu Generation didirikan pada tahun 1996 dengan formasi awal
- Masafumi Goto/Gotch (Vocal, Rhytem Guitar)
- Kensuke Kita/Kita-ken (Lead Guitar)
- Takahiro Yamada/Yama-chan (Bass)


Asian Kung-Fu Generation adalah salah satu band indie rock Jepang terbesar dalam millennium baru. Style Asian Kung-Fu Generation adalah menempatkan lirik-lirik emosional dalam musik indie rock yang agresif dengan sedikit sentuhan punk yang menggigit.

Seiring mereka makin berjalan dewasa, musik merekapun ikut menjadi dewasa bersama mereka, dengan mengambil banyak pengaruh dari band-band luar seperti Oasisdan Manic Street Preachers. Mereka bisa dibandingkan dengan band-band Jepang lain seperti The Back Horn, Art-School dan Penpals.


Pada awalnya mereka bertemu di sebuah club musik di Kanto Gakuin University (Yokohama, JP) karena merasa memiliki selera musik yang sama akhirnya mereka membuat satu band.
Nama Asian Kung-fu Generation diambil setelah Gotch menonton salah satu film Bruce Lee dan terinspirasi dari salah satu band favorit Gotch.
Dan tak lama berselang masuklah Kiyoshi Ijchi/Kiyoshin (Drum). Terbentuklah Asian Kung-fu Generation yang utuh hingga saat ini.





ALBUM & MINI-ALBUM
2008-06-11 Imada mi nu ashita ni 未だ見ぬ明日に
2008-03-05 World World World ワールド ワールド ワールド
2006-10-25 Feedback File フィードバックファイル
2006-10-25 Feedback File フィードバックファイル
2006-04-05 Fanclub ファンクラブ
2006-03-15 Fanclub ファンクラブ
2004-10-20 Sol-Fa ソルファ
2003-11-19 Kimi tsunagi Five M 君繋ファイブエム
2003-04-23 Houkai Amplifier 崩壊アンプリファー
2001-00-00 I'm standing here
2000-00-00 THE TIME PAST AND I COULDN'T SEE YOU AGAIN
SINGLE & MAXI-SINGLE
2008-10-15 UNTITLED
2008-02-06 Korogaru iwa, kimi ni asa ga furu 転がる岩、君に朝が降る CD single
2007-11-07 After Dark アフターダーク
2006-11-29 Aru machi no gunjou 或る街の群青
2006-02-15 World Apart ワールドアパート
2005-11-30 Blue Train シングル
2004-09-23 Kimi no machi made 君の街まで
2004-08-04 Rewrite リライト
2004-05-19 Loop & Loop ループ&ループ
2004-04-14 Siren サイレン
2003-10-16 Kimi to iu hana 君という花
2003-08-06 Mirai no kakera 未来の破片
DVD
2008-03-26 Eizou sakushin shu vol.4 映像作品集4
2007-03-21 Eizou sakuhinshu 3kan Tour yoihai 2006-2007 "The start of a new season" 映像作品集3Tour酔杯2006-2007 "The start of a new season"
2005-04-20 Eizosakuhinsyuu 2kan 映像作品集 2
2004-11-26 Eizosakuhinsyuu 1kan 映像作品集 1
0000-00-00 Demo
0000-00-00 FREE DEMO TAPE


DISCOGRAFI
Singel

1. "Mirai no Kakera" (6 Agustus 2003)
2. "Kimi to Iu Hana" (16 Oktober 2003)
3. "Siren" (14 April 2004)
4. "Loop & Loop" (19 April 2004)
5. "Rewrite" (8 Agustus 2004)
6. "Kimi no Machi Made" (23 September 2004)
7. "Blue Train (30 November 2005)
8. "World Apart" (15 Februari 2006)
9. "Aru Machi no Gunjō" ("A Town in Blue") (29 November 2006)
10. "After Dark" (7 November 2007)
11. "Korogaru Iwa, Kimi ni Asa ga Furu" (6 Februari 2008)
12. "Fujisawa Loser" (15 Oktober 2008)
13. "Shinseiki no Love Song" (2 Desember 2009)
14. "Solanin" (31 Maret 2010)
15. "Maigoinu to Ame no Beat" (26 Mei 2010)

Album
Album mini

* Hōkai Amplifier (25 November 2002, dirilis kembali 23 April 2003)
* Mada Minu Ashita ni (11 Juni 2008)

Album studio

1. Kimi Tsunagi Five M (19 November 2003)
2. Sol-fa (20 Oktober 2004)
3. Fanclub (15 Maret 2006)
4. World World World (5 Maret 2008)
5. Surf Bungaku Kamakura (5 November 2008)
6. Magic Disk (Juni 2010)

Album kompilasi

* Feeback File (25 Oktober 2006)

DVD

* Eizō Sakuhin-shū Ikkan (26 November 2004) - kumpulan klip video
* Eizō Sakuhinshū Nikan live at Budokan+ (April 20 2005)
* Eizō Sakuhinshū Sankan ~Tour Sui Cup 2006-2007 the start of a new season~ (21 Maret 2007)

Album bersama artis lain

* Asian Kung-Fu Generation presents Nano-Mugen Compilation (8 Juni 2005)
* Asian Kung-Fu Generation presents Nano-Mugen Compilation 2006 (5 Juli 2006)
* Asian Kung-Fu Generation presents Nano-Mugen Compilation 2008 (9 Juli 2008)
* Asian Kung-Fu Generation presents Nano-Mugen Compilation 2009 (1 Juli 2009
* Husking Bee (21 Maret 2007)

nih, dua link buat para Ajikaners baik luar maupun indo

http://www.akfgindo.co.cc/

http://www.akfgfan.com/


Kamis, 07 Oktober 2010



Queen adalah kelompok musik rock dari Britania Raya yang berjaya di tahun 70-an sampai 90-an. Bahkan sampai sekarang mereka masih terkenal, terutama karena lagu-lagunya yang sering diputar seperti "We Are the Champions", "Bohemian Rhapsody" dan "We Will Rock You". Mereka sejak awal sampai akhir tidak pernah mengalami pergantian personel, dengan empat anggota John Deacon, Brian May, Freddie Mercury dan Roger Taylor. Queen sempat vakum di awal 1990-an ketika Freddie Mercury meninggal dunia karena AIDS. Meskipun begitu, mereka masih sempat mengeluarkan album baru, yaitu Made In Heaven pada 1995 dengan menggunakan suara Mercury yang direkam sebelumnya. Mereka juga sempat mengeluarkan singel baru, No-One But You (Only The Good Die Young) pada 1998. Di singel ini, gitaris Brian May merangkap sebagai vokalis karena Queen belum mendapatkan vokalis tetap. Sebelumnya, Queen sempat mengadakan proyek Queen + .... Proyek ini adalah proyek di mana Queen berkolaborasi dengan artis-artis lainnya seperti George Michael, Elton John, Luciano Pavarotti, dan sebagainya. Queen + ... sudah terlihat sejak diadakannya Freddie Mercury Tribute Concert untuk mengenang Freddie Mercury pada 1992. Hanya saja, Queen + ... cuma menyanyikan lagu-lagu lama mereka yang menjadi hits, seperti Somebody to Love, Too Much Love Will Kill You, dan sebagainya. Setelah rilis singel No-One But You (Only The Good Die Young), basis John Deacon memutuskan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Queen. Pada 2004, Queen menemukan vokalis baru, yaitu Paul Rodgers. Mereka sempat mengadakan show di Hyde Park, Sheffield, Inggris. Pada 2008, Queen dan Paul Rodgers berencana untuk
mengeluarkan album baru.



Album

Kompilasi

Rabu, 28 Juli 2010

Menjaga Supaya Band Langgeng

Kalahkan Sifat Egois

Tidak jarang sebuah grup yang dibangun dengan sudah payah dari mulai awal merintis hingga menjadi grup band ternama dan mempunyai mempunyai penggemar besar kandas hanya karena egois. Guns n Roses misalnya, band yang berjaya di tahun 90an ini bubar. Disinyalir karena sang vokalis axel terlalu memaksakan kehendakanya. Sifatnya yang terlalu arogan terhadap teman-temnya ini membawa perpecahan dalam kubu band ini, dan akhirnya berbuntut bubarnya Guns. N Roses

Sampai sekarang tidak satupun yang berhasil merintis dan terkenal seperti saat mereka bergabung dalam Guns n Roses. Walaupun sang gitaris slash mencoba bersolo karir, namun tetap popularitasnya tidak setenar ketika di Guns n Roses. Begitu juga dengan mantan personil lainnya, tidak diketahui apakah masih berkarya dibelantika music atau sudah berpindah haluan, meskipun masih, tetap popularitasnya tidak setenar saat di Guns n Roses.


Egois adalah suatu penyakit dan musuh besar dalam sebuah grup band. Sekali sifat ini muncul, poin yang telah didapatkan ketika bekerja dan berusaha saat membangun grup hangus seketika. Karena egois akan membawa dampak negative lainnya, seperti over marah, tidak peduli terhadap personil lain, perbedaan pendapat, perbedaan prinsip, perbedaan kepentingan, yang tidak segera mendapatkan solusi. Pada akhirnya membawa grup band itu menuju ambang perpecahan, kehancuran dan berbuntut bubar. Dalam keadaan seperti ini sulit sekali untuk kembali ditata seperti saat merintis grup band itu.


Mengasah Sifat Solutif

Akan lebih baik apabila masing-masing personel mempunyai pribadi yang solutif. Dalam artian, perjalanan membangun grup band tidaklah mudah, perlu belajar, melalui jalan setapak demi setapak, menghadapi dan mengatasi setiap halangan dan rintangan di sepanjang perjalanan. Di sinilah sifat solutif dari masing-masing personel digunakan dan terus diasah. Bagaimana caranya bisa mempunyai karya, bagaimana bisa menciptakan aransemen music yang monumental, bagaimana bisa menang disebuah festifal music, bagaimana bisa mempunyai album yang siap dikomersilkan, bagaimana bisa masuk major label ternama seperti Sony BMG, Musika Studio dan major besar lainnya.

Dalam tahap ini, energy yang dimiliki tidak terbuang sia-sia karena habis untuk berdebat, terlalu mengritik personil lain walau terkadang mengkritik juga dianjurkan, mudah ’gondok” atau ngambek yang merupakan salah satu dampak egois, yang akhirnya menyedot energy. Padahal energy sangat dibutuhkan ketika harus latihan, memikirkan aransemen apa yang harus diciptakan, mengumpulkan dana untuk latihan, mencari studi record yang tepat dll. Jadi energy sangat penting untuk dihemat, bukan untuk dibuang sia-sia, karena tanpa energy tidak akan bisa berbuat apa-apa. Tanpa energy tidak akan bisa membangun sifat solutif. Maka dari itu, kalahkah sifat egois dan kembangkan sifat solutif.


Buat kesepakatan Prioritas

Penting bagi tiap personel punya kesamaan fikiran satu dan lainnya. Meski begitu, tidak dianjurkan untuk mencuci otak, doktrin dan dokma, melainkan kemampuan dan kemauan diantara personil untuk saling memahami pemikiran yang satu dengan yang lainnya. Sehingga disinilah tercipta suasana saling menghargai, menghormati, toleransi dan kekeluargaan. Suasana yang tercipta tersebut dapat menambah poin bagi grup band untuk terus maju dan berkembang.

Namun terkadang kesamaan fikiran sulit untuk ditemukan, meskipun sifat egois dari tiap personil sudah tidak mendominasi, tapi sifat ketidak teraturan akan muncul ketika kesamaan fikiran tidak segera menemukan titik temu. Maka dari itu, perlu suatu rambu-rambu yang perlu dibuat dengan persetujuan dari seluruh personel. Suatu contoh berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk latihan bersama selama satu minggu, jam berapa latihan dilaksanakan, hari, tempat latihan dan skala prioritas. Skala prioritas suatu contoh, dahulukan latihan dari pada kencan dengan pacar, dahulukan acara keluarga seperti nikahan dari pada latihan, namun dengan konsekuensi mengganti latihan dll. Rambu-rambu yang dibuat dapat sisesuaikan menurut karakter grup band masing-masing.
Rambu-rambu ini perlu dibuat karena sedikit demi sedikit melatih disiplin dalam berkarir, karena tanpa disiplin terlampau sulit suatu tujuan dan harapan akan dapat terwujud. Selain itu, menghindari sifat subyektif (dipengaruhi emosional yang cenderung tidak stabil), sehingga tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan sedikit demi sedikit mampu didekati.


Band Tidak Sekedar Komersil, Tapi Band Adalah Bagian dari Hidup dan Sebagai Keluarga
Inilah yang paling krusial dalam grup band. Tidak cukup motivasi menjadi orang terkenal, orang kaya, orang popular, banyak kenalan, dan banyak pacar, melainkan yang membuat band bertahan lama bahkan sampai akhir hayat adalah karena menganggap seluruh personil dalam grup band itu adalah keluarga. Dengan ikatan itu, maka tiap personil merasakan ikatan yang kuat satu sama lain, sehingga ketika mengalami banyak gejolak kesulitan, grup band itu senantiasa exis dengan personil yang lengkap dari awal terbentuk sampai akhir hayat.


Sebuah kisah tentang grub band Queen, grup ini sepakat tidak menghidupkan bandnya lagi ketika kehilangan sang vokalis. Band itu vakum bukan karena perpecahan, melainkan karena maut yang telah memisahkan. Disinilah ikatan yang begitu kuat, sampai-sampai personel yang masih tersisa enggah untuk memakai nama Queen, padahal nama band Queen sendiri sudah cukup terkenal, apabila dimanfaatkan untuk komersial, maka itu akan sangat mendukung, namun sekali lagi ikatan yang kuat telah membentuk komitmen yang kuat pada tiap-tiap personel Queen.

Bagi band-band pendatang baru Indonesia, tetaplah berkarya, karena music tidak akan pernah mati, hanya saja akan berubah aliran, genre, sound seiring perkembangan zaman





Your Comments for This Blog